Persiapan Initial Public Offering (ipo)

Penawaran saham ke publik (IPO) sering kali menjadi pilihan pendanaan bagi perusahaan-perusahaan yg memerlukan dana besarbuat pengembangan usahanya. Salah satu faktor suksesnya proses IPO merupakan persiapan yg matang & baik.

Penawaran saham ke publik atau IPO merupakan jasa konsultan ipo salahsatu cara lainpembiayaan yang tersedia bagi perusahaan yang ingin menyebarkan usahanya. Selain kekonsultan ipo pada publik, penawaran saham jua bisa dilakukan secara pribadi kepada pihak institusi juga perseorangan.

Masing-masing jenis penawaran saham, penawaran publik atau penawaran langsung mempunyai kelebihan dan kekurangan, tergantung kebutuhan perusahaan, karena itu, harus dipertimbangkan sinkron dengan kondisi internal perusahaan.

Seandainya penawaran publik dianggap menjadi pilihan terbaik, maka terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan dalam rangka persiapan menuju IPO.

Aspek pertama merupakan persiapan internal perusahaan berupa kepatuhan (compliance) terhadap peraturan perundangan yg berlaku atau kelengkapan dokumen administrasi penawaran umum, yangmeliputi aspek hukum, keterbukaan warta, & akuntansi. Dalam proses ini, perlu dilakukan pengkajian terhadap kesiapan perusahaan sebagai akibatnya sanggup  diketahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan.

Aspek kedua yg nir kalah krusial merupakan aspek optimalisasi nilai perusahaan. Apakah nilai perusahaan anda telah optimal sebelum dilakukannya IPO. Optimalisasi perlu dipersiapkan mencakup banyak sekali aspek: Operasional, Keuangan, Pemasaran, Sumber Daya Manusia  & Stra- tegis. Optimalisasi harus terefleksi dalam Return On Equity (ROE).

Ada 3 (tiga) faktor yg bisa mensugesti optimalisasi nilai perusahaan dalam ketika IPO. Ketiga faktor tersebut merupakan : faktor makro yg meliputi ekonomi, politik & keamanan baik domestik, regional & dunia. Faktor ini lebih adalah faktor     eksternal yg nisbi tidak bisa kita jasa konsultan kontrol.

Faktor kedua adalah faktor industri dimana perusahaan berada. Hal-hal yg perlu diperhatikan meliputi siklus industri, regulasi-regulasi yg menguntungkan, serta ketertarikan investor terhadap industri yang bersangkutan. Faktor inipun lebih bersifat eksternal & diluar kontrol perusahaan.

Faktor ketiga adalah kinerja & syarat internal peru- sahaan yg mencakup aspek bisnis & aspek keuangan. Faktor ini merupakan sesuatu  yg relatif bisa dikontrol sang manajemen juga pemegang saham. Ini adalah bagian yang sangat krusial buat diperhatikan dalam rangka optimalisasi nilai perusahaan.

Aspek bisnis yg perlu diperhatikan merupakan analisa atas pertumbuhan pendapatan dan keuntungan selama ini & jua bagaimana rencana pertumbuhan pada   masa yg akan datang.   Semakin tinggi tingkat pertumbuhan pendapatan dan keuntungan perusahaan, maka nilai perusahaan akan relatif meningkat. Investor sangat menyukai peru- sahaan yg memiliki pertumbuhan pendapatan & keuntungan yg bersifat konsisten & berkelanjutan. Jika perusahaan bisa bertumbuh lebih baik dibandingkan pertumbuhan kompetitor & industri, investor akan berani memberi nilai tambah kepada  peru- sahaan sebagai akibatnya nilainya sebagai relatif lebih tinggi dibanding perusahaan lainnya.

Aspek usaha lainnya adalah seberapa akbar keunggulan kompetitif perusahaan dibandingkan dengan peru- sahaan sejenis pada industri yg sama. Seberapa besardiferensiasi produk atau jasa yg perusahaan tawarkan. Juga bagaimana usaha model perusahaan bisa menaruh pertumbuhan secara berkesinambungan. Hal lainnya yg pula krusial adalah seberapa baik kemampuan perusahaan dalam menyebarkan produk atau jasa yang akan menjadi andalan pertumbuhan di   masa depan.

Aspek keuangan perusahaan meliputi beberapa aspek penilaian, akan tetapi yang cukup penting buat dianalisa merupakan struktur permodalan yang terdapat. Dalam mengoptimalisasi struktur permodalan perlu dipertimbangkan beberapa faktor seperti Kapitalisasi Earnings & Agio Saham, Revaluasi Aktiva Tetap  serta kemungkinan suntik kapital sebelum IPO, baik sang pemegang saham yang terdapat maupun menggunakan mengundang investor keuangan yang biasa masuk sebelum IPO (Pre-IPO Funding).

Terlepas dari seluruh hal di atas, komitmen manajemen dan pemegang saham buat melakukan IPO merupakan hal yang sangat mendasar. Komitmen semacam ini umumnya bisa membangun momentum pertumbuhan yg dapat memperbaiki daya saing perusahaan.KEY POINTSKepatuhan atas regulasi adalah titik awal persiapan yang diperlukan oleh perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering.Aspek krusial lainnya adalah optimalisasi nilai perusahaan. Hal ini akan menentukan seberapa menariknya penawaran saham perusahaan pada mata para investor. Komitmen manajemen dan pemegang saham umumnya bisa membentuk momentum pertumbuhan yg dapat memperbaiki daya saing perusahaan.

Wake Up Call adalah kolom yang dikhususkan buat membahas topik terkait audit, akuntansi, perpajakan, keuangan, manajemen risiko, tata kelola, audit internal, pengendalian internal, teknologi kabar & konsultansi lainnya. RSM Indonesia adalah anggota berdasarkan jasa pengurusan ipo RSM, network tempat kerja akuntan publik dan konsultan terbesar ke-6 pada global. RSM hadir pada lebih dari 120 negara menggunakan 800 kantor, didukung oleh 43.000 staff dengan lebih dari 3.000 partner. Pertanyaan bisa ditujukan ke [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published.