Situs Teknik Sipil: Alat-indera Berat :pengertian Bulldozer Dan Tipe Blade Dan Kegunaanya

Rendahalamat linajaya nya produksi & kerugian suatupelaksanaan pekerjaan merupakan dampak menurut pengguanaan alat indera berat yg kurangtepat dengan situasi pekerjaan di lapangan. Sebutkan saja tidak tercapainyajadwal atau target yg telah dipengaruhi, atau kerugian porto pemugaran yangtidak semestinya. Maka menurut itu orang yg bekerja di bidang proyek konstruksiterutama mereka yg bersekolah dan memiliki jenjang pendidikan harusmempunyai kesadaran dan pemahaman misalnya memilih tipe indera berat dan jumlahalat berat serta attachmentnya.

Terdapatberaneka macam alat berat yg acapkali digunakan pada pekerjaan konstruksioleh sebab itu sebaiknya dipahami terlebih dahulu fungsi & cara penggunaanyaapa sesuai dengan situasi dilapangan atau nir.

Bulldozeradalah keliru satu indera berat yang memiliki roda rantai (track shoe) untukpekerjaan serbaguna yang mempunyai kemampuan traksi yg tinggi.

Mmenggusur,menarik beban (spreading)

Bulldozermapu beroperasi di wilayah yang lunak hingga keras,swamp dozzer buat daerahyang sangan lunak ,& buat pada wilayah yang sangat keras perlu dibantu denganripper (alat garu) atau blasting (peledekan menggunakan tujuan pemecahan pada ukurantertentu).

Bulldozermampu beroperasi pada daerah miring dengan sudut kemiringa tertentu atauberbukit, jarak dorong efisien bulldozer berkisar antara 25 – 40 meter dantidak lebih menurut 100 meter,& jeda mundur bulldozer tidak boleh terlalu jauh,apabila perlu gerakan mendorong dilakukan secara estafet.

Bulldozerdan attachmentnya antara lain bermacam macam blade, towing, ripper, treepusher, harrow, disc plough, towed scraper, sheep foot roller, peralatan pipalayer, & lain lain.

Padadasarnya bulldozer adalah alat yang memakai traktor menjadi penggerak.Artinya traktor yang dilengkapi dengan dozer dan perlengkapanya merupakan blade.Sebenarnya bulldozer adalah nama jenis dari dozer yang memiliki kemampuanuntuk mendorong ke muka, lain halnya dengan angle dozer selain mendorong luruskedepan memungkinkan juga buat mendorong ke samping dengan sudut 250 terhadapkedudukan lurus.

Bulldozermenurut track shoenya dibedakan atas crawler tractor dozer (dengan rodakebelakang), wheel tractor dozer (menggunakan roda ban) & swamp bulldozer (untukdaerah rawa-rawa), sedangkan buat penggerak blade nya bulldozer dibedakan atascable controlled (kendali kabel) & hydraulic controlled (kandali hidrolis).

Bulldozerpada proyek aplikasi pekerjaan pemindahan tanah (earth moving) dipakai sebagaiberikut:

Memindahkantanah yang jaraknya sampai sekitar 100 meter.

Pembukaanjalan kerja pada pegunungan juga di daerah berbatu.

7) Pembersihanmedan menurut kayu-kayuan, tongkak-tongkak pohon & bebatuan.

9) Memyiapkanbahan dari soil borrow pit dan quarry pit (loka pengambilan bahan).

Bulldozerdalam pengoperasiannya dilengkapi menggunakan blade yang dapat di stel sedemikian rupasesuai kebutuhan yg diinginkan. Untuk itu saya akan menyebutkan bermacammacam blade yg dipakai bulldozer atau angle dozer.Tipe Blade Bulldozer

Universal blade (U-blade)

Universalblade (U-blade) dilengkapi menggunakan sayap (wing) yang masih ada di sisi bladekegunaanya buat efektifitas produksi, menggunakan ini memungkinkan bulldozermembawa/mendorong muatan lebih banyak, umumnya bulldozer menggunakan jenis inidigunakan buat pekerjaan reklamasi tanah (land reclamation), stock pile work.

Straight blade (S-blade)

Straightblade cocok dipakai buat segala jenis lapangan, blade ini merupakanmodifikasi menurut U-Blade, straight blade maneuver lebih gampang dan blade inidapat juga menghandel material dengan gampang.

Anglling Blade (A-Blade)

Anglingblade dibentuk buat posisi lurus & menyudut, blade ini pula dibentuk untuk:

Pembukaanjalan (pioneering roads)

Menggali saluran (cutting ditches)

Dilengkapidengan bantalan karet (rubber cushion) fungsinya buat meredam tumbukan, selaindigunakan buat push loading uga digunakan buat pemeliharaan jalan dan pekerjaandozing lainya mengingatlebar C-Balde ini memungkinkan buat meningkatkankemampuan maneuver.

Bladeini diciptakan buat membawa atau mendorong material menggunakan jumlah kehilanganyang sedikit mungkin, hal ini dapat terjadi lantaran adanya dinding-dinding besike samping blade, blade ini pula bisa digunakan untuk jeda yang relatif jauh.

Universal Blade (U-Blade For LightMaterial)

Bladejenis ini dirancang buat pekerjaan menggunakan material yang terlepas, seperti stockpile berdasarkan tanah lepas atau gembur, reklamasi dengan tanah tanggal (gembur).Ukuran blade ditentukan menurut jenis bulldozer.

Padaumumnya buat jenis crawlor tractor atau disebut traktor roda kelabang, biayaperbaikan bulldozer yg terjadi sebagian besaradalah perbaikan untukundercarriage (bagian bawah), kerusakan tersebut muncul lantaran:

Benturan– benturan saat bulldozer berjalan cepat, yaitu benturan – benturan antaratrackshoe menggunakan bebatuan.

Terlalusering berjalan ditampat yang miring, atau terlalu sering berputar membalikpada satu arah.

c) Terlalu sering trackshoe selip menggunakan tanahtempat berpijak atau membelok secara tajam & datang – tiba.

Karenasetelan trachshoe terlalu kendor atau terlalu tegang.

Taksiran Produktivitas Alat Untuk Pekerjaan PemindahanTanah (Earth Moving)

Terdapatberbagai jenis peralatan buat pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis, baikdi tinjau menurut segi kelas “horse power”, fungsi & kegunaanya juga manfaatkhusus peralatan tersebut.

Olehkarena itu cara perhitungan taksiran produktivitas indera pun beraneka ragamtergantung fungsi & kegunaan indera tadi. Walaupun demikian pada dasarnyasama, yaitu:

Produksiper satuan waktu = produksi per trip x trip per satuan ketika x factor koreksi.

Dalamhal ini pembahasan cara perhitungan dibatasi dalam alat bulldozer.

Taksiran produktivitas bulldozer(dozing)

Untukpekerjaan dozing, taksiran produktivitas bulldozer dihitung menggunakan menggunakanrumus sebagai berikut:

TP= KB x 60 x FK / J/F + J/R + Z

J     =jeda dorong (meter)

F     =kecepatan maju (meter/mnt)

R     =kecepatan mundur (meter/menit)

Z     = saat tetap (mnt)

Kapasitasblade umumnya sudah dicantumkan oleh pabrik pembuat alat pada hand book, ataubrosur – brosur teknis atau bisa pula dihitung secara empiris.

L     =panjang blade (meter)

H     = tinggi blade (meter)

Sedangkanwaktu tetap (Z) tergantung menurut jenis transmisi dan jumlah tangkai transmisiyang dipakai. Saya akan memberi satu contoh berikut tabel saat tetap (Z).

Tabel ketika tetap (Z) buat produksi 

Setelahsaya memaparkan berdasarkan mulai pendahuluan, pengertian bulldozer dan jenis bladeyang digunakan, dibawah ini aku memberikan model soal mengenai produksibulldozer lengkap menggunakan jawabanya.

Sebuahbulldozer E memiliki data – data teknis sebagai berikut:

Horse power      =155/1800 rpm

Lebar blade       =tiga,lima meter

Tinggi blade      =0,6 meter

Lebar traktor      = 3 meter

Kecepatan maju   = tiga,2 km/jam

Apabilabulldozer tadi dihunakan buat menggusur tanah menggunakan jarak dorong rata –homogen 40 meter, berapakah produksi per jam nya apabila diketahui:

Waktu tetap       =0,10 menit

Faktor ketersedian mesin      = 0,9

FK    =0,9 x 0,83 x 0,75 x 0,8 x 0,85 = 0,38

TP    =KB x 60 x FK / J/F + J/R + Z

= (tiga,5 x 0,62) x 60 x 0,38 / 40/53,33 +40/66,66 + 0,10

Untukkeperluan perkiraan atau taksiran produksi hasil ripping, disarankan mendapatkanhasil test seismic wave velocity karena produktivitas ripping sangatdipengaruhui sang jenis ripper juga tipe unitnya. Namun bila test seismicwave velocity sewa alat berat bali belum dilakukan, maka pertimbangan – pertimbangan produksidibawah ini bisa dipakai lebih dahulu.

Caraperhitungan taksiran produksi ripping oleh bulldozer mampu dibedakan atas multishark ripper & giant ripper seperti yang saya bahas berikut ini.

Taksiran Produksi Ripping Dengan Multi ShankRipper

Taksiranproduksi ripping secara manual menggunakan multi shank ripper dapat dilakukan denganmenggunakan formula berikut:

TP    = LK x P x J x 60 x FK / J/F + J/R + Z  (m3/jam)

TP    =taksiran produksi ripping (m3/jam)

P     =kedalaman penetrasi (meter)

J     =jarak ripping (meter)

F     =kecepatan maju (meter/mnt)

R     =kecepatan mundur (meter/mnt)

Z     = waktu tetap (mnt)

Leave a Reply

Your email address will not be published.